Suku Karen, yang juga dikenal sebagai Suku Kayin, tinggal di pedesaan Thailand, khususnya di provinsi Mae Hong Son. Mereka terkenal dengan tradisi unik mereka dalam memanjangkan leher para perempuannya. Tradisi ini, yang sering disebut sebagai "cincin leher" atau "neck ring" dalam bahasa Inggris, telah menarik perhatian dunia selama bertahun-tahun.
Asal Usul Tradisi
Asal usul pasti dari tradisi memanjangkan leher ini masih menjadi perdebatan. Ada beberapa teori yang melatarbelakanginya:
- Perlindungan: Teori awal menyebutkan bahwa memakai cincin leher dari kuningan pada awalnya bertujuan melindungi perempuan dari serangan hewan buas seperti harimau.
- Kecantikan: Seiring berjalannya waktu, tradisi ini berkembang menjadi standar kecantikan bagi wanita Suku Karen. Semakin panjang leher seorang wanita dianggap semakin cantik.
- Status Sosial: Beberapa teori lain juga menyebutkan bahwa jumlah cincin leher yang dikenakan bisa menunjukkan status sosial wanita tersebut di masyarakat.
Tradisi memanjangkan leher tidak benar-benar memanjangkan tulang leher. Alih-alih, tradisi ini menggunakan cincin leher yang terbuat dari kuningan bertahap yang ditambahkan sejak usia dini, biasanya dimulai sekitar usia 5 tahun. Cincin tersebut mendorong tulang selangka dan tulang rusuk ke bawah, menciptakan ilusi leher yang lebih panjang.
Tradisi ini memicu perdebatan. Ada yang berpendapat bahwa tradisi ini menyakitkan dan membatasi gerak perempuan. Namun, sebagian besar perempuan Suku Karen yang menjalani tradisi ini menyatakan bahwa mereka menerimanya sebagai bagian dari identitas budaya mereka.
Saat ini, tradisi memanjangkan leher mulai jarang dilakukan pada generasi muda Suku Karen. Beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini diantaranya adalah faktor kesehatan, kemudahan akses pendidikan, dan pariwisata.
Tradisi memanjangkan leher Suku Karen adalah tradisi yang kompleks dengan sejarah dan makna yang dalam. Meskipun menghadapi perdebatan, tradisi ini tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya Suku Karen.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar